Proses visualisasi 3 Dimensi akan permukaan bumi sangat penting dilakukan untuk memberikan gambaran awal dalam suatu perencanaan wilayah. Penggunaan perangkat lunak berbasis GIS juga penting sebagai tools visualisasi data dengan input baik dari survei lapangan, citra satelit, ataupun data sekunder. Dalam hal ini software Surfer merupakan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga dimensi dengan input data grid. Perangkat lunak ini melakukan plotting data tabular XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang beraturan. Dalam hal ini, grid merupakain serangkaian garis vertikal dan horisontal yang dalam surfer berbentuk segi empat dan digunakan sebagai dasar pembentuk kontur dan surface 3D.
Saturday, December 5, 2020
Wednesday, May 2, 2018
Download ArcGIS Earth Secara Gratis
ArcGIS saat ini tengah merilis aplikasi ArcGIS Earth yang memberikan pengalaman unik untuk mengkolaborasikan data 3D dan 2D bagi penggunanya. Hingga saat ini ArcGIS Earth 1.7 memiliki beberapa pengembangan dalam hal personalisasi dan fitur-fitur tambahan termasuk modifikasi vertikal exaggeration dan image control dalam menunya. Selain itu versi terbaru ini juga memberikan informasi update dan koneksi pada data ArcGIS online termasuk peta dasar didalamnya.

Selain itu kita bisa menggambarkan point, line dan juga polygon sebagaimana fitur ArcGIS sebelumnya. Untuk dapat mengunduhnya dalam versi Beta dapat menggunakan link berikut ini. Namun ESRI juga memberikan kesempatan pengguna untuk dapat menggunakan versi trial pada link berikut ini. Namun demikian, bagi Anda penggemar QGIS tak perlu khawatir, karena perkembangan opensource QGIS ini juga tak kalah hebatnya.

Selain itu kita bisa menggambarkan point, line dan juga polygon sebagaimana fitur ArcGIS sebelumnya. Untuk dapat mengunduhnya dalam versi Beta dapat menggunakan link berikut ini. Namun ESRI juga memberikan kesempatan pengguna untuk dapat menggunakan versi trial pada link berikut ini. Namun demikian, bagi Anda penggemar QGIS tak perlu khawatir, karena perkembangan opensource QGIS ini juga tak kalah hebatnya.
Disini Download Peta Indonesia Terbaru
Peta wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tengah mengalami banyak perubahan. Hal ini terkait dengan keberhasilan pemerintah dalam melakukan perundingan di tingkat bilateral, trilateral hingga multilateral dengan negara-negara yang berbatasan langsung. Proses tersebut berjalan cukup panjang sejak Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 hingga saat ini. Peta yang akan dirilis pada Agustus 2018 di laman Ina-Geoportal ini menyajikan gambaran yang sangat komprehensif wilayah kesatuan NKRI.
Hingga saat ini Badan Informasi Geospasial sudah merilis peta NKRI edisi tahun 2017 pada Hari Informasi Geospasial (HIG) ke-48. Peta yang merupakan kolaborasi dengan sejumlah K/L memuat nama-nama geografis pulau-pulau yang berada di wilayah negara Indonesia serta data geospasial terbaru. Rencananya update peta akan dilakukan setiap tahun, sesuai dengan perkembangan serta isu-isu penting termasuk perkembangan wilayah daerah otonomi.
Dari peta yang dirilis ini akan ada penambahan jumlah pulau terluar dari 92 menjadi 111 pulau. Pulau-pulau ini telah mendapatkan pengesahan dari PBB, sehingga saat ini pulau di Indonesia adalah sebanyak 16.056 pulau dari tahun sebelumnya sebanyak 13.466 pulau. Peta dengan skala 1:5.000.000 dan 1:2.500.000 berformat jpg dan pdf dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk untuk pendidikan, perencanaan, serta tentunya menumbuhkan semangat nasionalisme kebangsaan.
Untuk mendapatkan peta resmi tersebut dapat mengklik tautan berikut ini.
- Peta NKRI Skala 1:2.500.000 (pdf)
- Peta NKRI Skala 1:5.000.000 (jpg / pdf)
sumber: Badan informasi geospasial
Hingga saat ini Badan Informasi Geospasial sudah merilis peta NKRI edisi tahun 2017 pada Hari Informasi Geospasial (HIG) ke-48. Peta yang merupakan kolaborasi dengan sejumlah K/L memuat nama-nama geografis pulau-pulau yang berada di wilayah negara Indonesia serta data geospasial terbaru. Rencananya update peta akan dilakukan setiap tahun, sesuai dengan perkembangan serta isu-isu penting termasuk perkembangan wilayah daerah otonomi.
Dari peta yang dirilis ini akan ada penambahan jumlah pulau terluar dari 92 menjadi 111 pulau. Pulau-pulau ini telah mendapatkan pengesahan dari PBB, sehingga saat ini pulau di Indonesia adalah sebanyak 16.056 pulau dari tahun sebelumnya sebanyak 13.466 pulau. Peta dengan skala 1:5.000.000 dan 1:2.500.000 berformat jpg dan pdf dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk untuk pendidikan, perencanaan, serta tentunya menumbuhkan semangat nasionalisme kebangsaan.
Untuk mendapatkan peta resmi tersebut dapat mengklik tautan berikut ini.
- Peta NKRI Skala 1:2.500.000 (pdf)
- Peta NKRI Skala 1:5.000.000 (jpg / pdf)
sumber: Badan informasi geospasial
Monday, April 9, 2018
Cara Memperbaiki Error Pada SAS Planet
SAS Planet memang telah cukup dikenal luas bagi pengguna untuk dapat mengunduh citra satelit resolusi tinggi berkoordinat baik dari Google, Bing, Yahoo, Yandex ataupun lainnya. Selain itu SAS Planet memberikan kesempatan untuk melakukan pengolahan tahap lanjut di ArcGIS ataupun perangkat lunak lainnya. Namun, dalam beberapa kesempatan khususnya saat menggunakan data dari Google yang memang dikenal sangat lengkap terjadi error yang menyebabkan data citra tidak muncul pada Map View SAS planet. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya keterangan "HTTP: 404 Not Found" dengan tampilan citra yang kabur dan ataupun layar abu-abu.



![]() |
| blur pada tampilan sas planet |
IMHO secara sederhana barangkali dikarenakan oleh pihak Google selalu mengupdate versi citra satelit yang nantinya akan disimpan dalam cache masing-masing user dan ter setting secara default dalam perangkat SAS Planet. Sehingga saat versi data Google berubah maka SAS planet tidak dapat menemukan versi yang sebelumnya digunakan. Untuk itu perlu dilakukan updating versi data terbaru agar SAS Planet masih dapat mengunduh data dari server. Adapun langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.
- Pastikan Anda membuka Google Map dan melakukan login sesuai akun Google Anda. Kemudian aktifkan tampilan satelit.
- Buka SAS Planet dan pilih menu Setting > Map Setting atau Ctrl+Alt+P. Maka akan muncul keterangan map version. Dalam kasus ini dalam settingan SAS Planet saya masih menggunakan versi 692.
- Selanjutnya, kembali ke Google Map dan tekan F12. Lalu lakukan search (Ctrl+F) untuk khms.google.com sesuai dengan request URL pada SAS Planet. Setelahnya hasil temuan akan di bold.
- Kemudian perhatikan kode atau angka disampingnya yang menunjukkan versi data citra yang digunakan. Dalam hal ini Google menggunakan versi 794.
- Lalu buka kembali SAS Planet dan masuk ke Setting>Map Setting. Kemudian ganti map version SAS planet sesuai dengan versi peta saat itu, dalam kasus ini 794, dan kemudian klik OK.
Tuesday, April 3, 2018
Pendidikan Geografi UM Purwokerto Raih Akreditasi A
Sebagai salahsatu program studi paling tua di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Pendidikan geografi memang selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan baik melalui kegiatan akademik maupun non akademik. Selain itu standarisasi mutu pendidikan yang dibuktikan lewat akreditasi program studi telah disiapkan sejak tahun 2015. Kriteria yang dinilai dalam akreditasi meliputi 7 kriteria penilaian ini juga diupayakan oleh jajaran termasuk peningkatan kualitas laboratorium pendidikan geografi.
Melalui akreditasi ini UMP juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagaimana dipaparkan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho S.Ag., M.SI., bahwa akreditasi A program Pendidikan Geografi menunjukkan kualitas UMP sebagai lembaga pendidikan. Selamat dan sukses terus Pendidikan Geografi UMP!
Hingga pada akhirnya, pada 5 Desember 2017 Program Studi Pendidikan Geografi mendapatkan predikat A dari BAN-PT melalui proses visitasi dan penilaian borang yang dilaksanakan oleh assesor. Hal ini menunjukkan kualitas dan kapasitas program studi dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat perguruan tinggi yang sangat baik. Disaat bersamaan laboratorium SIG sebagai salah satu unggulan juga mendapatkan penilaian positif.
Ketua Prodi Pendidikan Geografi dalam kesempatannya Sakinah Fathrunadi Shalihati., S.Pd. M.Sc., bahwa menyatakan bahwa ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab prodi kepada civitas akademika serta publik akan kualitas pembelajaran geografi dengan upaya peningkatan skill pengolahan data spasial sebagai unggulan. Berdasarkan Surat Keterangan (SK) BAN PT 4595/SK/BAN-PT/Ared/ S/XII/2017 menunjukkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan dan kerja keras program studi dalam proses pendidikan.
Ketua Prodi Pendidikan Geografi dalam kesempatannya Sakinah Fathrunadi Shalihati., S.Pd. M.Sc., bahwa menyatakan bahwa ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab prodi kepada civitas akademika serta publik akan kualitas pembelajaran geografi dengan upaya peningkatan skill pengolahan data spasial sebagai unggulan. Berdasarkan Surat Keterangan (SK) BAN PT 4595/SK/BAN-PT/Ared/ S/XII/2017 menunjukkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan dan kerja keras program studi dalam proses pendidikan.
Disisi lain saat ini mahasiswa diberikan keleluasaan oleh prodi untuk mengembangkan skill akademik dan non akademik. Disaat yang bersamaan dosen di Prodi Pendidikan Geografi juga selalu berupaya melaksanakan tanggung jawab ilmiah melalui publikasi dalam jurnal atau karya tulisan baik di tingkat nasional maupun International.
Melalui akreditasi ini UMP juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagaimana dipaparkan oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Dr Anjar Nugroho S.Ag., M.SI., bahwa akreditasi A program Pendidikan Geografi menunjukkan kualitas UMP sebagai lembaga pendidikan. Selamat dan sukses terus Pendidikan Geografi UMP!
Monday, May 1, 2017
Kelebihan QGIS untuk Pengolahan Data Spasial
Sudah lebih dari dua dekade sejak ESRI (Environmental Science Research Institute) serta dominasi penggunaan ArcGIS di berbagai penjuru dunia maka tak heran banyak yang memahami Sistem Informasi Geografi sebatas pada ArcGIS saja, meskipun secara mendasar ArcGIS ataupun perangkat lunak hanyalah satu dari elemen yang dimiliki oleh SIG.
Bagi para penggiat SIG berbagai jenis software yang bertebaran tentu memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Namun, tentu perangkat pengolah data yang paling handal dapat memberikan keleluasaan serta kemudahan dalam pengoperasiannya. Harga perangkat lunak khususnya bagi pengguna individu tentu menjadi pemikiran tersendiri, sehingga saat ini perkembangan perangkat lunak berbasis open source sudah cukup memberikan banyak pilihan bagi pengguna. Asal, mereka mau berhenti bergantung pada perangkat lunak berbayar meski di negara kita pembajakan software masih jamak terjadi.
Dan barangkali perangkat lunak gratisan yang saat ini tengah mengalami perkembangan yang cukup signifikan baik dari segi kehandalan, maupun tampilan adalah QGIS yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Quantum GIS. QGIS ini adalah perangkat lunak opensource yang tidak memerlukan lisensi. QGIS memberikan kemudahan dalam proses pengolahan data baik spasial maupun non spasial. QGIS bahkan memberikan ruang yang cukup luas bagi user untuk melakukan penambahan fungsi seperti pada software pemetaan berbayar seperti ArcGIS. QGIS notabene memiliki fitur-fitur yang mirip seperti ArcGIS maupun ArcView, sehingga proses-proses dasar seperti georeferencing, dijitasi, pembuatan peta tematik, perhitungan luasan, dan proses pengolahan data baik dalam bentuk vektor maupun raster.
Secara umum QGIS memiliki kelebihan-kelebihan yang cukup menarik bagi para pengguna, bahkan bagi pemula seperti guru dan mahasiswa sekalipun. Maka dari itu berikut ini keunggulan QGIS yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan bagi Anda yang hendak mendalami Sistem Informasi Geografi.
Bagi para penggiat SIG berbagai jenis software yang bertebaran tentu memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Namun, tentu perangkat pengolah data yang paling handal dapat memberikan keleluasaan serta kemudahan dalam pengoperasiannya. Harga perangkat lunak khususnya bagi pengguna individu tentu menjadi pemikiran tersendiri, sehingga saat ini perkembangan perangkat lunak berbasis open source sudah cukup memberikan banyak pilihan bagi pengguna. Asal, mereka mau berhenti bergantung pada perangkat lunak berbayar meski di negara kita pembajakan software masih jamak terjadi.
Dan barangkali perangkat lunak gratisan yang saat ini tengah mengalami perkembangan yang cukup signifikan baik dari segi kehandalan, maupun tampilan adalah QGIS yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Quantum GIS. QGIS ini adalah perangkat lunak opensource yang tidak memerlukan lisensi. QGIS memberikan kemudahan dalam proses pengolahan data baik spasial maupun non spasial. QGIS bahkan memberikan ruang yang cukup luas bagi user untuk melakukan penambahan fungsi seperti pada software pemetaan berbayar seperti ArcGIS. QGIS notabene memiliki fitur-fitur yang mirip seperti ArcGIS maupun ArcView, sehingga proses-proses dasar seperti georeferencing, dijitasi, pembuatan peta tematik, perhitungan luasan, dan proses pengolahan data baik dalam bentuk vektor maupun raster.
Secara umum QGIS memiliki kelebihan-kelebihan yang cukup menarik bagi para pengguna, bahkan bagi pemula seperti guru dan mahasiswa sekalipun. Maka dari itu berikut ini keunggulan QGIS yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan bagi Anda yang hendak mendalami Sistem Informasi Geografi.
- QGIS itu gratis. Sebagaimana dijelaskan dalam laman resmi QGIS bahwa perangkat lunak ini merupakan FOSS yang berarti Free and Open Source Software. Sehingga, bagi siapa saja yang memiliki koneksi internet dan mengunjungi laman QGIS dapat mengunduh software tersebut. Tidak ada biaya yang dibebankan bagi pengguna dan Anda pun dapat menyebarkan software ini kepada rekan-rekan Anda.
- QGIS dapat dikenakan diberbagai macam perangkat lunak mulai dari Windows, Linux, OS X bahkan juga di perangkat Android Anda. QGIS dapat difungsikan untuk mengolah data-data dari berbagai macam perangkat lunak berbayar. Khusus bagi pengguna Mac, barangkali QGIS menjadi pilihan terlebih yang tidak menginginkan aplikasi virtual machine di dalam perangkatnya.
- Meskipun saat ini pengguna ArcGIS masih merajai perangkat lunak yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. Namun, QGIS saat ini tumbuh secara signifikan sebagai pesaing dalam penggunaan GIS dalam dunia komersial. QGIS pada tahun 2011 sudah diunduh oleh lebih dari 250,000 pengguna.
- Dukungan dari rekan pengguna dan tutorial gratisan yang bertebaran. Hal ini menjadi salah satu keunggulan perangkat lunak berbasis open source, dimana pengguna dapat berbagi pengalaman dan memberikan tips bahkan tutorial yang secara gratis dapat diunduh. Video-video tutorial pun disediakan oleh banyak pengguna baik dari tingkat dasar maupun pada level analisis dan pengembangan serta didasarkan oleh pengalaman pribadi.
Tuesday, April 11, 2017
Belajar Mendalam Lewat Praktikum Geografi Tanah
Permukaan bumi diselimuti oleh lapisan tanah, baik didaratan maupun di dasar lautan. Berbagai jenis tanah pun juga tersebar di seluruh permukaan bumi dari yang paling kering hingga subur. Warna tanah juga sangat beragam, dari putih, merah, kelabu, cokelat, hingga hitam. Indonesia sebagai negara kepulauan dan memiliki jaringan pegunungan vulkanik yang aktif memiliki tipikal tanah yang beragam. Disisi lain, iklim tropis serta curah hujan yang tinggi memungkinkan tanah untuk dapat digunakan sebagai media tanam sepanjang musim.
Namun demikian, dengan distribusi jenis tanah yang beragam menyebabkan tingkat kesuburan tanah tidak merata, sehingga diperlukan ilmu yang dapat mempelajari distribusi atau persebaran tanah di permukaan bumi. Kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat dan persebaran tanah antar wilayah, dan juga dapat memberikan alternatif penggunaan serta perlakuan tepat pada tanah tersebut.
Tanah dimata seorang geograf merupakan salah satu bidang yang cukup mendasar untuk dipelajari. Kajian ini sangat terkait dengan persebaran tanah secara geografi dan kaitannya dengan faktor-faktor pembentuk tanah itu sendiri. Selain pemahaman teori, praktek juga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tanah. Beberapa praktek yang dilakukan diantaranya identifikasi kondisi sekitar tanah, tekstur, struktur, konsistensi, keasaman, warna, serta bentukan istimewa tanah. Praktikum ini dilaksanakan secara terbimbing di science technopark UMP, dan juga laboratorium microbiology. Praktikum ini diharapkan untuk dapat memberikan gambaran mengetahui jenis tanah dari sampel yanga da, menganalisis berbagai parameter dengan akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan mendorong mahasiswa untuk semangat dalam mempelajari geografi lebih jauh. Untuk itu, disiapkan modul berbasis e-learning untuk dapat dijadikan panduan mahasiswa melakukan praktikum. Adapun modul dapat diakses disini.
Namun demikian, dengan distribusi jenis tanah yang beragam menyebabkan tingkat kesuburan tanah tidak merata, sehingga diperlukan ilmu yang dapat mempelajari distribusi atau persebaran tanah di permukaan bumi. Kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat dan persebaran tanah antar wilayah, dan juga dapat memberikan alternatif penggunaan serta perlakuan tepat pada tanah tersebut.
Tanah dimata seorang geograf merupakan salah satu bidang yang cukup mendasar untuk dipelajari. Kajian ini sangat terkait dengan persebaran tanah secara geografi dan kaitannya dengan faktor-faktor pembentuk tanah itu sendiri. Selain pemahaman teori, praktek juga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tanah. Beberapa praktek yang dilakukan diantaranya identifikasi kondisi sekitar tanah, tekstur, struktur, konsistensi, keasaman, warna, serta bentukan istimewa tanah. Praktikum ini dilaksanakan secara terbimbing di science technopark UMP, dan juga laboratorium microbiology. Praktikum ini diharapkan untuk dapat memberikan gambaran mengetahui jenis tanah dari sampel yanga da, menganalisis berbagai parameter dengan akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan mendorong mahasiswa untuk semangat dalam mempelajari geografi lebih jauh. Untuk itu, disiapkan modul berbasis e-learning untuk dapat dijadikan panduan mahasiswa melakukan praktikum. Adapun modul dapat diakses disini.
Sunday, February 12, 2017
Sistem Informasi Geografi Untuk Evaluasi Ekonomi Sumberdaya Lahan Pesisir
Potensi keunggulan lokasional beberapa sektor seperti perikanan laut dan pariwisata di wilayah pesisir dapat memberikan peluang untuk dapat menjadi salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal, regional maupun nasional. Namun, pada kenyataannya pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang ada di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil selama ini belum dilakukan secara optimal. Aspek ekonomi seringkali menjadi kendala bagi pemerintah daerah dalam menyusun kerangka perencanaan wilayah pesisir. Produktivitas lahan tambak yang merupakan salahsatu penggunaan lahan di wilayah pesisir dan menjadi tumpuan aktivitas ekonomi masyarakat perlu juga mendapat perhatian khusus.
Identifikasi ekonomi tambak saat ini dapat dilakukan dengan berbagai metode termasuk dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Perhitungan nilai ekonomi tambak ini menghasilkan estimasi produktivitas lahan pada satu wilayah administratif. Modul perhitungan ekonomi lahan ini dapat dilakukan mahasiswa untuk melatih kemampuan analitik geografi mahasiswa dalam inventarisasi sumberdaya alam pesisir. Berikut link akses modul 1 mata kuliah SIG untuk Inventarisasi Sumberdaya Alam dan peta dasar di link berikut ini. (awn)
Wednesday, December 7, 2016
Identifikasi Perubahan Penggunaan Lahan dengan Sistem Informasi Geografi
Pemantauan perubahan penggunaan lahan yang sangat penting unuk perencanaan pola pemanfaatan ruang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan berbagai macam kemudahan dalam berbagai hal termasuk dalam pemantauan perubahan penggunaan lahan yang kini dapat dilakukan secara digital menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) yang kemudian diolah dengan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG).
Penggunaan lahan suatu wilayah sifatnya dinamis sesuai kebutuhan dan perkembangan peradaban manusia. Higga saat ini banyak terjadi penyalahgunaan penggunaan lahan akibat alasan ekonomi. Perubahan guna lahan akan menghasilkan suatu fungsi lahan dan disaat bersamaan akan mengorbankan fungsi lain sebagai contoh fungsi lahan sebagai daerah resapan (non terbangun) berubah menjadi lahan terbangun baik permukiman ataupun komersial. Bentuk penggunaan lahan terjadi dalam dua bentuk yaitu perubahan dengan perluasan atas suatu penggunaan tertentu dan perubahan tanpa perluasan untuk penggunaan tertentu.
Penggunaan lahan suatu wilayah sifatnya dinamis sesuai kebutuhan dan perkembangan peradaban manusia. Higga saat ini banyak terjadi penyalahgunaan penggunaan lahan akibat alasan ekonomi. Perubahan guna lahan akan menghasilkan suatu fungsi lahan dan disaat bersamaan akan mengorbankan fungsi lain sebagai contoh fungsi lahan sebagai daerah resapan (non terbangun) berubah menjadi lahan terbangun baik permukiman ataupun komersial. Bentuk penggunaan lahan terjadi dalam dua bentuk yaitu perubahan dengan perluasan atas suatu penggunaan tertentu dan perubahan tanpa perluasan untuk penggunaan tertentu.
Perubahan penggunaan lahan ini dapat dimonitor secara periodik. Secara sederhana, yang dilakukan adalah dengan membandingkan peta penggunaan lahan di suatu lokasi pada waktu tertentu, dengan lokasi yang sama dengan waktu yang berbeda. Perubahan tersebut dapat dihitung baik dari segi luasan ataupun dari fungsi sehingga menghasilkan matriks perubahan lahan. Analisis perubahan fungsi lahan dapat dilakukan dengan teknologi sistem informasi geografi. Dalam hal ini, SIG dimaksudkan untuk mengekstraksi informasi penggunaan lahan disuatu wilayah dan melakukan perbandingan (komparasi) terhadap penggunaan lahan di periode yang berbeda.
Modul analisis perubahan fungsi lahan dimaksudkan untuk memberikan pengalaman praktis secara sederhana bagi mahasiswa geografi khususnya untuk membuat matriks perubahan fungsi lahan di suatu wilayah, dalam kasus ini DAS Badung, Provinsi Bali. Dalam As-Syakur et.al (2010) disebutkan bahwa kondisi DAS Badung saat ini telah melampai daya dukungnya akibat tingginya jumlah penduduk dan minimnya resapan air di wilayah tersebut. Modul ini dibuat dari literatur yang sama dengan menambahkan prosedur sederhana dalam ArcGIS.
Untuk mendapatkan modul identifikasi perubahan penggunaan lahan klik disini.
Sunday, November 13, 2016
Aneka GPS Khusus Sepeda
Perangkat GPS saat ini telah cukup banyak diminati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Bermula dari kebutuhan untuk menunjukkan lokasi suatu tempat, peran GPS hampir telah menggantikan peta cetak yang sebelumnya banyak digunakan ketika bepergian atau mencari posisi suatu tempat. Penggunaan GPS pun meluas dari kebutuhan survey, pengukuran, dan pemetaan menjadi alat untuk menunjukkan lokasi restoran, bioskop dan tempat wisata. Perangkat yang dapat dengan mudah diperoleh juga membantu anak-anak untuk belajar mengenai peta sejak dini dan efektivitasnya pemakaiannya pun semakin meningkat. Disisi lain, seiring dengan kemajuan teknologi juga mendorong para perusahaan untuk membuat perangkat GPS dengan berbagai bentuk dan ukuran yang bahkan dapat dipasang di mobil, motor dan bahkan sepeda.
Pengendara sepeda yang saat ini mulai banyak melengkapi sepedanya dengan berbagai aksesoris juga mulai melirik perangkat GPS sebagai alat penunjuk jalan. Bagi pengendara sepeda adventure / touring hingga menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer, perangkat GPS menjadi salahsatu alat yang perlu dipasang. Meskipun fasilitas handphone sebenarnya juga menyertakan aplikasi GPS didalamnya, namun banyak kelebihan yang dimiliki oleh perangkat GPS yang dikhususkan untuk sepeda Anda. Bagi sobat yang sedang mencari GPS untuk sepeda kesayangan, beberapa merk berikut barangkali bisa menjadi pilihan.
Garmin Edge 20
Selayaknya Toyota yang terkenal di dunia otomotif, Garmin merupakan brand yang fokus pada pengembangan perangkat navigasi. Brand ini sudah cukup dikenal luas bagi para surveyor, ahli peta ataupun orang-orang yang bergerak di dunia pemetaan. Garmin memiliki pasar yang luas di seluruh penjuru dunia dan merupakan penghasil perangkat yang dikenal memiliki ketahanan luar biasa.
Garmin seri Edge 20 merupakan seri yang dibuat untuk pengendara sepeda. Berbagai menu lengkap disertakan untuk mendukung kebutuhan dalam berkendara termasuk jarak, kecepatan, ketinggian juga terdapat gelang untuk mengukur denyut jantung dan kekuatan rata-rata. 7 tombol yang dimiliki GPS ini dapat digunakan untuk pengoperasiannya. Meskipun masih belum menggunakan layar touchscreen, namun ada menu menarik yakni bluetooth yang dapat dihubungkan dengan perangkat handphone sehingga dapat menampilkan notifikasi untuk SMS dan telepon. Peta yang ditampilkan dapat disetting arahnya dan tampil dengan layar berwarna. Adapun koneksi data juga dapat menggunakan kabel USB. Perangkat ini dijual seharga $299 dan akan memberikan pengalaman berkendara yang luar biasa. Detail mengenai perangkat ini dapat dilihat disini
Mio - Cyclo 505HC
Cyclo505HC sangat cocok bagi Anda yang hobi menjelajah. Kemampuannya untuk mengukur kekuatan, denyut jantung dan kombinasi training tool memberikan informasi yang penting mengenai latihan dan daya tubuh Anda. Namun demikian, fungsi peta dan penunjuk lokasi pastilah ada. Dilengkapi dengan Bluetooth 4.0 perangkat ini dapat terhubung langsung dengan telepon genggam, PC dan bahkan perangkat komunikasi lainnya. Anda harus merogoh kocek sebesar $429 untuk mendapatkan perangkat ini, namun dengan fitur yang cukup lengkap dan ukuran layar yang lebih lebar, mengapa tidak. Detail perangkat dapat dilihat disini
Barangkali tipe ini menjadi pilihan Anda karena fungsi dasar yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari namun juga tidak menutup kemungkinan bagi Anda yang menjelajah antar pulau dengan sepeda Anda. Desain dan tampilan Stealth 10 memang sederhana dengan menu latihan ringan dilengkapi dengan pendeteksi jarak, kecepatan, dan GPS tentunya. Waktu tempuh dan penyimpanan data hingga 60 jam juga disertakan bagi Anda. Fitur lain termasuk full-time backlight, auto-stop/start dan odometer. Perangkat ini tahan air, dan baterainya dapat di-charge dengan colokan model USB. CatEye Stealth 10 dijual dengan harga $149.99 dan siap untuk Anda miliki. Fitur lengkapnya dapat dilihat disini
Pengendara sepeda yang saat ini mulai banyak melengkapi sepedanya dengan berbagai aksesoris juga mulai melirik perangkat GPS sebagai alat penunjuk jalan. Bagi pengendara sepeda adventure / touring hingga menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer, perangkat GPS menjadi salahsatu alat yang perlu dipasang. Meskipun fasilitas handphone sebenarnya juga menyertakan aplikasi GPS didalamnya, namun banyak kelebihan yang dimiliki oleh perangkat GPS yang dikhususkan untuk sepeda Anda. Bagi sobat yang sedang mencari GPS untuk sepeda kesayangan, beberapa merk berikut barangkali bisa menjadi pilihan.
Garmin Edge 20
Selayaknya Toyota yang terkenal di dunia otomotif, Garmin merupakan brand yang fokus pada pengembangan perangkat navigasi. Brand ini sudah cukup dikenal luas bagi para surveyor, ahli peta ataupun orang-orang yang bergerak di dunia pemetaan. Garmin memiliki pasar yang luas di seluruh penjuru dunia dan merupakan penghasil perangkat yang dikenal memiliki ketahanan luar biasa.
Garmin seri Edge 20 merupakan seri yang dibuat untuk pengendara sepeda. Berbagai menu lengkap disertakan untuk mendukung kebutuhan dalam berkendara termasuk jarak, kecepatan, ketinggian juga terdapat gelang untuk mengukur denyut jantung dan kekuatan rata-rata. 7 tombol yang dimiliki GPS ini dapat digunakan untuk pengoperasiannya. Meskipun masih belum menggunakan layar touchscreen, namun ada menu menarik yakni bluetooth yang dapat dihubungkan dengan perangkat handphone sehingga dapat menampilkan notifikasi untuk SMS dan telepon. Peta yang ditampilkan dapat disetting arahnya dan tampil dengan layar berwarna. Adapun koneksi data juga dapat menggunakan kabel USB. Perangkat ini dijual seharga $299 dan akan memberikan pengalaman berkendara yang luar biasa. Detail mengenai perangkat ini dapat dilihat disini
- Navigasi: Sangat baik, dengan turn-by-turn directions, color mapping dan fitur back-to-start
- Training data: Speed, altitude, power, heart rate, cadence, calories, gears (for electronic drivetrains), distance, time, temperature, sunset time, workout counters and more
- Konektivitas: USB, Bluetooth
- Kompabilitas: ANT+, Shimano Di2, SRAM eTap
- Ukuran: 1.9in (49mm) x 2.9in (73mm)
- Ukuran layar: 1.4in (35mm) x 1.9in (47mm), 200 x 265 pixels,berwarna
Mio - Cyclo 505HC
- Navigasi: Sangat mudah dengan dilengkapi fitur 'surprise me'. Dapat mengarhkan langsung ke arah yang ingin dituju atau mengikuti ruter yang telah diunggah sebelumnya.
- Training data: Speed, altitude, power, heart rate, cadence, calories, gears (untuk perangkat drivetrain elektronik), distance, time, temperature, rencana latihan dsb
- Konektivitas: USB, Bluetooth, Wi-Fi
- Kompabilitas: ANT+, Shimano Di2, SRAM eTap
- Ukuran: 61 x 103mm
- Ukuran layar: 240 x 400 pixels, touchscreen colour
Friday, November 11, 2016
aplikasi sig, citra berkoordinat, GPS, konversi koordinat, SIG, sistem informasi geografi, tips koordinat
Cara Merubah Koordinat Geografis ke UTM
Diantara beberapa jenis sistem koordinat yang sering digunakan dan dijumpai dalam data spasial yakni koordinat geografis dan koordinat UTM. Kedua koordinat ini banyak digunakan karena kemudahan dan akurasinya dalam pemetaan. Namun demikian, kedua jenis sistem koordinat ini memiliki referensi yang berbeda, sehingga bila satu lokasi semisal Banjarnegara namun satu data menggunakan decimal degree (lintang bujur) dan satu lagi menggunakan UTM maka keduanya tidak dapat dioverlay sebelum kedua data disamakan sistem koordinatnya.
Pengolahan sistem koordinat akan dapat dengan mudah dilakukan di ArcGIS dengan memanfaatkan fitur projection utility, sehingga transformasi sistem koordinat dapat dengan mudah dilakukan. Namun, cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan software. Beberapa software gratis konverter koordinat bisa diunduh dan dapat digunakan secara bebas.
1. UTM Converter
UTM Converter merupakan software mungil yang dapat digunakan untuk mentransformasikan koordinat dari geografis ke UTM ataupun sebaliknya. So, buat kalian yang menginginkan bisa mengunduhnya disini.
2. Converter online
Konverter online dapat dengan mudah diperoleh di internet. Salahsatunya yang berasal dari Indonesia. Yogantara.info memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk bisa melakukan konversi koordinat secara online dengan tampilan yang sangat mudah. Program sederhana tersebut dapat dipakai untuk membaca dan mengkonversi / transformasi koordinat desimal lintang bujur, derajat menit detik dan UTM. Dilengkapi dengan geocoder untuk mendapatkan nama / alamat lokasi dari data koordinat GPS / UTM atau sebaliknya dan informasi lokasi pada peta Google Map.
3. Konverter dari University of Wisconsin - Green Bay
Tidak jauh berbeda dengan konverter online lainnya. Konverter yang dibuat oleh UWGB dapat dengan mudah digunakan hanya dengan mengisikan koordinat pada kolom yang telah disediakan. Anda dapat mengaksesnya melalui link disini.
Wednesday, November 9, 2016
Membuat Peta Kemiringan Lereng Dengan SIG
Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk membuat peta kemiringan lereng. Pada zaman dahulu dilakukan deliniasi berdasarkan hasil survey lapangan. Selanjutnya berkembang pemanfaatan foto udara yang diinterpretasi dengan bantuan alat slopemeter, perhitungan kemiringan lereng pada peta topografi, hingga menggunakan model elevasi dijital (DEM). Peran Sistem Informasi Geografi dalam hal ini menjadi sangat vital khusunya dalam pengolahan data vektor ketinggian baik berupa titik, atau garis kontur untuk ditransformasikan menjadi peta kemiringan lereng dengan format vektor. Disisi lain data citra satelit sangat banyak membantu dalam proses analisisnya.
ArcGIS saat ini menyediakan menu 3D analyst yang menjadi tools utama dalam pengolahan data ketinggian untuk selanjutnya diubah menjadi peta kemiringan lereng dengan klasifikasi yang ditentukan. Data mentah yang biasa dibutuhkan adalah informasi titik ketinggian atau kontur yang terdapat pada peta topografi (RBI). Namun, beberapa insinyur juga menggunakan data hasil pengukuran teodolith atau hasil survei lapangan dan survey tanah sebagai input data.
Secara mendasar kenampakan visual pada kontur peta menunjukkan kemiringan terjal ketika konturnya rapat, dan semakin datar saat kontur yang ditunjukkan jaraknya renggang. Garis-garis tersebut menjadi dasar perhitungan persentase kemiringan lereng. Adapun kriteria pembuatan kriteria dapat disesuaikan dengan panduan atau dasar yang digunakan sehingga hasil peta yang diperoleh dapat berbeda meskipun dengan input peta kontur yang sama.
Modul kemiringan lereng dapat diunduh disini
Monday, October 31, 2016
Disini Download SHP Batas Desa Gratis
Kebutuhan data spasial untuk berbagai keperluan saat ini dapat dengan mudah diakses di laman http://tanahair.indonesia.go.id atau dikenal dengan InaGeoportal. Sejak tahun 2011 Badan Informasi Geospasial telah mengembangkan platform ini dan telah banyak membantu berbagai pihak dalam peningkatan kualitas data spasial di daerahnya. Akses informasi yang sebelumnya sulit dijangkau dan terkesan mahal saat ini telah berubah menjadi lebih mudah. Pengguna yang sebelumnya harus melakukan pembelian peta hardcopy untuk kemudian dilakukan dijitasi ulang sekarang dapat bernafas lega dan mengalokasikan tenaganya untuk kepentingan lainnya, seperti untuk media pembelajaran.
Peta InaGeoportal menyediakan fasilitas peta dengan berbagai macam skala mulai dari peta RBI skala 1:25.000, 1:50.000, dan telah mengcover hampir sebagian besar wilayah tanah air. Namun, untuk kemudahan saat ini laboratorium SIG UMP memberikan link untuk batas administrasi desa bagi seluruh wilayah di Indonesia dengan total sebanyak 66.291 desa/kelurahan. Data ini tidak bisa dibilang baru, karena pada tahun 2015 total wilayah administrasi desa telah mencapai lebih dari 75.000 desa dan 6.000 kelurahan. Namun demikian, setidaknya data ini dapat digunakan sebagai data indikatif untuk kebutuhan pemetaan tematik termasuk untuk bidang kesehatan. Untuk mendapatkan data batas administrasi desa, silahkan download disini.
Adapun software untuk mengunduh citra satelit resolusi tinggi gratis Google dengan dapat diunduh disini.
Peta InaGeoportal menyediakan fasilitas peta dengan berbagai macam skala mulai dari peta RBI skala 1:25.000, 1:50.000, dan telah mengcover hampir sebagian besar wilayah tanah air. Namun, untuk kemudahan saat ini laboratorium SIG UMP memberikan link untuk batas administrasi desa bagi seluruh wilayah di Indonesia dengan total sebanyak 66.291 desa/kelurahan. Data ini tidak bisa dibilang baru, karena pada tahun 2015 total wilayah administrasi desa telah mencapai lebih dari 75.000 desa dan 6.000 kelurahan. Namun demikian, setidaknya data ini dapat digunakan sebagai data indikatif untuk kebutuhan pemetaan tematik termasuk untuk bidang kesehatan. Untuk mendapatkan data batas administrasi desa, silahkan download disini.
Adapun software untuk mengunduh citra satelit resolusi tinggi gratis Google dengan dapat diunduh disini.
Thursday, October 20, 2016
Tanah di Mata Seorang Geograf
Tanah sebagai salahsatu kajian geografi mempunyai tempat tersendiri karena berkaitan dengan banyak aspek kehidupan. Pemaknaan tanah pun sangat beragam sesuai dengan kepentingan, dan keperluan yang melatarbelakanginya. Dari aspek bahasa, tanah sering disamakan dengan soil sedangkan lahan disejajarkan dengan kata land dalam Bahasa Inggris. Apabila kita merujuk pada kamus Bahasa Inggris (www.dictionary.com) makna soil dan land tidaklah sama. Dalam bentuk kata benda, soil diartikan menjadi 6 makna : (1) bagian dari permukaan bumi tersusun atas disintegrasi batuan dan humus, (2) bagian dari bumi, tanah berpasir, (3) daratan tempat bercocok tanam, tanah subur, (4) satu Negara, lahan atau wilayah, (5) permukaan bumi, dan (6) setiap tempat atau kondisi yang menyediakan kesempatan tumbuh atau perkembangan. Land sebagai kata benda diartikan dalam 12 makna, di antaranya adalah (1) bagian dari permukaan bumi yang tidak tertutup oleh tubuh air; benua dan pulau, (2) satu luasan permukaan bumi yang bereferensi dengan susunan alami, (3) satu luasan permukaan bumi dengan batasan tertentu, membeli land untuk membangun rumah, (4) memiliki dasar hukum, properti, (5) factor produksi dalam ekonomi, (6) bagian permukaan bumi dengan batas alami maupun pilitik, satu region atau negara, (7) dan lain-lain. Dari penjelasan makna soil dan land, dapat diterjemahkan bahwa soil terkait dengan fisik bumi (material), tanaman (bercocok tanam), sedangkan land lebih berkait dengan luasan, legal basis, ekonomi, politik. Dengan demikian, land memiliki makna yang lebih luas dari pada soil.
Tanah memiliki empat pengertian diantaranya sebagai berikut; pertama tanah adalah sebagai tempat tumbuh tanaman atau pedon (memiliki arti sepadan dengan soil). Kedua adalah sebagai bahan hancuran berasal dari bahan induk (regolith). Makna kata tanah ketiga adalah lahan atau land yang diartikan sebagai ruang dipermukaan bumi sebagai tempat beraktifitas. Dan yang terakhir adalah seperti terkandung dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang Pokok Agraria (UU Nomor 5 Tahun 1960) yakni sumberdaya agraria (kadang disebut juga sumberdaya agraris, agrarian resources). Tanah dalam pengertian agraria mencakup tanah (lahan), air dan angkasa sepanjang terkait dengan pengunaan lahan. Tanah sebagai agraria memiliki kesatuan multidimensi yakni fisik, kimia, biologi, sosial, ekonomi, politik dan magis-religius.
Tanah mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan. Manfaat paling umum dari tanah adalah sebagai media tumbuh tumbuhan/tanaman. Sebagai media tumbuh, tentu saja tanah memiliki syarat dan ketentuan berlaku yang harus dipenuhi. Beberapa manfaat lain dari tanah adalah sebagai berikut.
Tanah memiliki empat pengertian diantaranya sebagai berikut; pertama tanah adalah sebagai tempat tumbuh tanaman atau pedon (memiliki arti sepadan dengan soil). Kedua adalah sebagai bahan hancuran berasal dari bahan induk (regolith). Makna kata tanah ketiga adalah lahan atau land yang diartikan sebagai ruang dipermukaan bumi sebagai tempat beraktifitas. Dan yang terakhir adalah seperti terkandung dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang Pokok Agraria (UU Nomor 5 Tahun 1960) yakni sumberdaya agraria (kadang disebut juga sumberdaya agraris, agrarian resources). Tanah dalam pengertian agraria mencakup tanah (lahan), air dan angkasa sepanjang terkait dengan pengunaan lahan. Tanah sebagai agraria memiliki kesatuan multidimensi yakni fisik, kimia, biologi, sosial, ekonomi, politik dan magis-religius.
Tanah mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan. Manfaat paling umum dari tanah adalah sebagai media tumbuh tumbuhan/tanaman. Sebagai media tumbuh, tentu saja tanah memiliki syarat dan ketentuan berlaku yang harus dipenuhi. Beberapa manfaat lain dari tanah adalah sebagai berikut.
- Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
- Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
- Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)
Monday, October 10, 2016
geografi untuk nasionalisme, makna geografi, membangun nasionalisme, nasionalisme, pembelajaran dengan SIG, pendidikan, pendidikan karakter
Memupuk Nasionalisme Melalui Geografi
Pendidikan geografi yang dimasukkan kedalam kurikulum nasional hakikatnya tidak hanya sekedar berfungsi untuk memberikan pemahaman mengenai fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi, namun juga memberikan pemahaman mengenai kekayaan alam, budaya dan memupuk kecintaan terhadap bangsa dan negara. Peta sebagai media dalam pembelajaran geografi tampaknya perlu ditingkatkan pemanfaatannya oleh pendidik, guru, mahasiswa, ataupun masyarakat belajar. Dalam sebuah pernyataan Prof Suratman menegaskan bahwa saati ini jarang ditemui peta baik di sekolah maupun institusi pemerintahan sehingga sangat perlu membangun semangat nasionalisme melalui optimalisasi fungsi peta.
Merujuk pada kurikulum nasional, Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan telah mendesain nilai karakter budaya bangsa termasuk nasionalisme pada setiap mata pelajaran dan pada setiap jenjang pendidikan. Prof. Enok Maryani menyatakan bahwa pengenalan berbagai informasi mengenai tempat tinggal umat manusia baik secara global ataupun nasional dapat diperoleh dalam geografi. Disaat yang bersamaan memupuk rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan akan secara alami terjadi apabila seorang siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai potensi dan permasalahan bangsa.
Disintegrasi atau pemisahan diri suatu kelompok masyarakat atau wilayah, seringkali dilatarbelakangi oleh permasalahan yang tidak tunggal. Berbagai rasa ketidakpuasan, ketidakadilan yang dirasakan, kecemburuan sosial, tidak meratanya pembangunan, miskomunikasi, peperangan dsb menjadi pemicu perpecahan. Disintegrasi bangsa sendiri dapat terjadi karena adanya konflik vertikal dan horisontal serta konflik komunal sebagai akibat tuntutan demokrasi yang melampaui batas, sikap primordialisme bernuansa SARA, konflik antar elit politik, dan lambatnya pemulihan sektor ekonomi, lemahnya penegakan hukum dan HAM serta kesiapan pelaksanaan OTDA (Tri Poetranto, 2002).
Permasalahan Klasik Pendidikan Geografi
Dalam banyak penelitian pendidikan disampaikan bahwa saat ini ilmu geografi seringkali dianggap tidak menarik dipelajari. Beberapa faktor yang melatarbelakangi diantaranya (1) pelajaran geografi seringkali terjebak pada aspek kognitif tingkat rendah yaitu menghafal nama-nama tempat, sungai dan gunung, atau sejumlah fakta lainnya; (2) Ilmu geografi seringkali dikaitkan ilmu yang hanya pembuatan peta; (3) Geografi hanya menggambarkan tentang perjalanan- perjalanan manusia di permukaan bumi; (4) proses pembelajaran ilmu geografi cenderung bersifat verbal; kurang melibatkan fakta-fakta aktual, tidak menggunakan media kongkrit dan teknologi mutakhir; (5) kurang aplikabel dalam memecahkan masalah-masalah yang berkembang saat ini (Maryani dalam Ali, 2006). Ketidakbermaknaan pendidikan geografi yang dalam prakteknya berorientasi pada pemahaman bersifat kognitif dilatar belakangi oleh (1) tidak pahamnya tujuan dan hakikat pembelajaran geografi, (2) keterbatasan mengaplikasikan media pendidikan yang relevan termasuk internet dan SIG; (3) kualitas pembelajaran yang rendah akibat dari rendahnya kualitas guru seperti kurangnya kreativtas, wawasan keilmuan rendah, kurang peka terhadap masalah lingkungan, keterbatasan mengakses media informasi, tidak relevannya antara mata ajar dan keahlian guru, terlalu berorientasi pada pencapaian materi dan sebagainya; (4) tidak berorientasi pada pemecaham masalah actual yang terjadi di lingkungan.
Fungsi peta dalam geografi ini sejatinya merupakan alat untuk menurunkan geography illiteracy pada generasi muda khususnya siswa usia sekolah. Permasalahan yang terkait dengan fenomena sosial termasuk ketimpangan sosial, kemiskinan, migrasi yang tidak terkendali serta perkembangan politik negara-negara di suatu kawasan dapat dipandang sebagai obyek kajian geografi. Peran geografi dalam memahami permasalahan dalam negeri dan cara pandang dalam melihat peristiwa di mancanegara akan terbangun dengan pemahaman geografi yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti tanah, air dan udara. Geografi menawarkan pemahaman fungsi dan peran sebagai bangsa dalam tatanan kehidupan dunia.
Pemahaman mendasar ini tentu perlu dipahami oleh para pendidik, dan pemerintah dalam penyusunan kurikulum. Materi geografi yang bersifat deskriptif tersebut tentu harus disampaikan dengan cara yang baik agar tidak hanya membangun pengetahuan dan pemahaman kognitif, namun lambat laun membangun sikap dan karakter siswa untuk lebih terbuka, memahami perbedaan, dan dapat mengambil keputusan terhadap suatu kejadian yang terkait dengan bangsa dan negaranya.
Nasionalisme dan Peta
Indonesia sebagai negara yang kaya dengan potensi memerlukan pemahaman yang tepat dalam hal konsep pengembangannya. Sektor maritim yang harusnya menjadi bagian terbesar dalam pengembangan ekonomi, tentu harus diiringi dengan usaha-usaha nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir yang cenderung termarginalkan dari segi kebijakan. Pemahaman mengenai batas negara yang perlu dicermati oleh seluruh elemen bangsa juga didukung dengan pemetaan batas administratif yang saat ini baru dimulai penataannya.
Peta akan menjadi senjata utama khususnya sebagai media pendidikan dalam mewujudkan generasi yan terdidik dengan semangat nasionalisme tinggi. Peta akan memberikan pemahaman integratif mengenai teritorial NKRI dan dapat mengenalkan lokasi pulau, distribusi penduduk, serta potensi sumberdaya Indonesia. Kecintaan akan tanah air tentu akan terbangun secara mendalam pada diri generasi muda yang telah mengenal wilayah negaranya dan segala hal didalamnya. Peta tidak hanya akan sekedar menjadi hiasan ataupun pajangan ketika digunakan dengan dilandasi nilai-nilai patriotik, dan semangat untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
Wednesday, October 5, 2016
Efektivitas Pembelajaran Sistem Informasi Geografi di Sekolah
Kondisi tersebut mempengaruhi minat peserta didik untuk belajar geografi. Hasil penelitian terhadap 97 peserta didik di Bandung menunjukkan kecenderungan yang kurang memuaskan dari minat peserta didik terhadap mata pelajaran geografi (Setiawan, 2009). Peserta didik diminta untuk mengurutkan mata pelajaran yang disukai oleh mereka. Mata pelajaran geografi berada di peringkat ke-6 dari 13 mata pelajaran di sekolah. Hanya 5 peserta didik (5,2 %) dari 97 peserta didik yang menjadikan geografi sebagai mata pelajaran yang paling disukai.
Terbatasnya variasi metode dan pemanfaatan media pembelajaran di sekolah tentu akan membuat aktivitas pembelajaran geografi tidak berjalan secara optimal. Penggunaan metode ceramah secara terus menerus membuat pelajaran geografi cenderung bersifat verbalisme dan menjauhkan peserta didik dari dunia nyata yang ada di sekitarnya. Padahal salah satu tujuan pembelajaran geografi adalah membuat peserta didik memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang tempat dimana mereka tinggal. Liben (2008) mengemukakan bahwa sangat penting untuk membangun konsep penggambaran dan keruangan dasar dengan pertama kali menggunakan gambaran lingkungan yang dikenali dimana anak hidup dan bergerak seperti ruang kelas, lingkungan sekolah dan rumah, sebelum beralih pada gambaran lingkungan yang lebih luas dan jauh dan tidak dikenali oleh mereka.
Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan inovasi dalam pembelajaran geografi. Metode pembelajaran yang cenderung klasikal yang selama ini banyak dilakukan harus dipadukan dengan metode yang lebih memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensinya. Peran guru lebih mendorong dan memotivasi peserta didik untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber belajar. Pemanfaatan media pembelajaran berupa komputer dapat dijadikan salah satu sumber belajar yang efektif bagi peserta didik. Dalam kaitan tersebut, Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai sistem informasi berbasis spasial dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan sumber belajar untuk mengenal dan memahami kondisi geografis atau lingkungan sekitar peserta didik.
Namun, keuntungan penggunaan SIG untuk pembelajaran tampaknya belum banyak dikembangkan di Indonesia. Materi SIG yang ada dalam kurikulum lebih cenderung mengenalkan SIG sebagai salah satu teknologi informasi, sehingga lebih banyak belajar tentang SIG (learning about GIS) bukan mengajar dengan menggunakan SIG (Teaching with GIS). Materi SIG ada di kelas XII yang kompetensinya adalah “Menganalisis pemanfaatan peta dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk inventarisasi sumberdaya alam, perencanaan pembangunan, kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana”. Padahal dengan SIG sangat potensial untuk membantu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta didik.
Penelitian tentang pemanfaatan SIG dalam pendidikan juga masih langka. Liu dan Zhu (2008) mengemukakan bahwa sedikit penelitian yang mengkaji tentang pembelajaran yang berbasis SIG dengan cara peserta didik dapat mengakses atau berinteraksi dengan informasi geografis, menyusun pendekatan belajarnya sendiri, mendorong kegiatan belajar antar mata pelajaran, membuat dan menginterpretasi berbagai representasi informasi geografis. Apa yang disampaikan oleh Liu juga tidak berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Bednarz (2004) yang mengemukakan komunitas peneliti pendidikan geografi belum memperoleh keyakinan tentang kepastian akan kontribusi SIG terhadap pembelajaran secara substantif. Mereka juga tidak bisa dengan tegas menyatakan bahwa SIG memiliki efek positif dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan menganalisis spasial sebagai tujuan utama dalam pendidikan geografi.
Selain penelitian yang masih langka, ketersediaan perangkat lunak di pasaran yang khusus diaplikasikan dalam pendidikan juga masih langka, apalagi perangkat lunak SIG yang di dalamnya berisi basis data yang sesuai dengan kondisi lokal. Berdasarkan hasil penelitian Favier dan Van der Schee (2009) selain waktu yang tidak mencukupi untuk menerapkan SIG juga materi dalam basis data SIG yang tidak sesuai dengan tujuan dalam kurikulum dan perangkat lunak SIG yang dianggap rumit. Para guru, berdasarkan hasil penelitian Lam et al. (2009), berharap ada semacam kit pembelajaran berbasis SIG yang lebih user friendly, sehingga siap digunakan oleh para guru secara lebih mudah. Walaupun potensi SIG sangat besar dalam mendukung pembelajaran geografi di sekolah, namun sampai saat ini belum tersedia aplikasi SIG yang secara khusus ditujukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum geografi di Indonesia. Apalagi aplikasi SIG yang dilengkapi dengan basis data lokal untuk pembelajaran geografi di Indonesia.
SIG berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran, namun pengaruhnya terhadap motivasi dan prestasi belajar masih harus diuji lebih jauh. Hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi. Beberapa penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap pembelajaran, sedangkan yang lainnya menunjukkan hasil sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, pengembangan aplikasi SIG sebagai media pembelajaran memerlukan pengujian atau validasi dalam kegiatan pembelajaran sesungguhnya
Maka dari itu perlu dilakukan kajian yang mendalam mengenai pembelajaran SIG yang dilakukan oleh guru saat ini, dan beberapa pengembangan yang dapat dilakukan untuk memberikan masukan agar SIG dapat masuk kedalam tingkatan pembelajaran yang lebih tinggi di masa yang mendatang.
Monday, October 3, 2016
Penerapan SIG dalam Pembelajaran. Mungkinkah?
Penerapan SIG dalam kelas sebenarnya dapat diantisipasi dengan perubahan model pembelajaran yang dapat mengkaitkan teknologi ini dalam pembelajaran. Dalam beberapa artikel dibawah, disebutkan bahwa penerapan SIG oleh guru di beberapa negara, ataupun kendala-kendala yang dihadapi oleh guru ini memberi gambaran mengenai secercah harapan dalam penerapan SIG di kelas-kelas kita. Peran pemerintah tentu saja diperlukan dalam menyiapkan infrastruktur yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi, sehingga guru-guru dapat menggunakan fasilitas pembelajaran bersama siswa termasuk perangkat SIG yang memerlukan komputer dengan spesifikasi tertentu. Disisi lain kemampuan guru sebagai fasilitator tentu perlu ditingkatkan agar guru tidak hanya menyampaikan materi secara verbal, namun juga mengajak siswa belajar menggunakan SIG (learning with GIS) sebagai salah satu teknologi yang menjadi keunggulan geografi.
Guru geografi di masa depan tentu tidak hanya mempunyai tanggung jawab untuk mentransfer ilmu kepada siswa, namun juga mengembangkan model dalam rangka untuk meningkatkan keingin tahuan yang ada dalam diri siswa sehingga pembelajaran lebih kepada pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas dalam diri siswa.
Beberapa artikel ilmiah berikut ini dapat digunakan sebagai pemantik untuk pengembangan pengetahuan SIG bagi guru geografi. (awn)
- Evaluating the Implementation and Effectiveness of GIS-Based Application in Secondary School Geography Lessons
- The Contribution of Geographic Information Systems (GIS) to Geography Education and Secondary School Students’ Attitudes Related to GIS
- Applying the GIS in school education: the experience of Japanese geography teachers
- The Implementation and Effectiveness of Geographic Information Systems Technology and Methods in Secondary Education
- Professional Development: Teachers Use of GIS to Enhance Student Learning
Wednesday, September 28, 2016
Arahan Pemanfaatan Fungsi Lahan dengan SIG
Peran SIG dalam memodelkan fenomena geosfer tentu sangat penting dalam hal ini. Pemodelan fungsi kawasan dapat dilakukan dengan fungsi-fungsi geoprocessing didalamnya dan data-data spasial yang dapat menggambarkan karakteristik wilayah tersebut. Arahan fungsi lahan dapat memberikan gambaran mengenai potensi dan pemanfaatan ruang, serta secara operasional berperan dalam penyusunan produk RTRW. Penilaian karakteristik lahan sebagai dasar penetapan dan pengaturan penggunaan lahan perlu dilakukan dalam menjaga kualitas lingkungan, dan memaksimalkan potensi yang ada sehingga pada akhirnya menjaga keberlangsungan lahan untuk kehidupan manusia.
Modul arahan pemanfaatan lahan diarahkan untuk mendorong kemampuan berpikir mahasiswa dalam membuat perencanaan dasar di suatu wilayah. Kriteria yang digunakan berdasarkan SK Menteri Pertanian no. 837 tahun 1980 serta no. 683 tahun 1981. Teknik overlay dan skoring akan menjadi skill dasar yang akan diterapkan oleh mahasiswa, sehingga kedepannya mahasiswa dapat melakukan kegiatan penelitian mengenai arahan fungsi pemanfaatan lahan di wilayah lain secara mandiri dan mengembangkan kriteria lain dari berbagai ahli. Untuk mempelajari modul ini gunakan tautan berikut ini.
Wednesday, September 21, 2016
Idrisi - Menginspirasi Dunia Lewat Peta
![]() |
| Al Idrisi |
Sosok Al Idrisi
Al Idrisi sendiri oleh beberapa kalangan dikenal sebagai seorang botani yang lahir di Ceuta, Maroko pada tahun 1099 M. Al Idrisi menyelesaikan pendidikan di Cordoba dan selanjutnya melakukan perjalanan di Eropa Daratan. Sebagai sosok yang multi-talenta, Idrisi juga menjadi penyair dan penulis. Kecemerlangan Al Idrisi di bidang pemetaan inilah yang pada akhirnya membuatnya terkenal. Kedetailan informasi dari peta yang dihasilkan termasuk lokasi-lokasi kota besar, rute perdagangan, danau, sungai, serta garis-garis navigasi yang memudahkan para penjelajah untuk dapat menentukan arah. Kitab Nuzhat al-Mushtaq li Ikhtiraq al-Afaq, menjadi tulisan yang sangat terkenal dan menjadikannya salahsatu ilmuwan yang disegani di dunia. Bahkan, tulisan Al-Idrisi di bidang botani juga dikenal luas oleh para ilmuwan.
| Peta Dunia Karya Idrisi |
Pelayaran di wilayah-wilayah dengan informasi yang minim pun dilakukan. Para ahli gambar dan kartografer mendampingi pelayaran ini sehingga dapat memperoleh gambaran visual mengenai wilayah negara yang dikunjungi. Selama penelitian ini, Idrisi dan Roger membandingkan data, mengumpulkan fakta dari berbagai data termasuk mengeliminasi informasi yang tidak relevan. Butuh waktu selama 15 tahun hingga pada akhirnya penelitian tersebut selesai, dan untuk pertama kalinya Idrisi menginstuksikan untuk membuat peta dunia pada sebuah lempeng yang terbuat dari perak dengan diameter mencapai 80 inchi dan berat lebih dari 300 pon. Idrisi menerangkan bahwa lempengan ini merupakan gambaran dari bentuk permukaan bumi, yang diyakini berbentuk bulat dan diselimuti atmosfer. Bahkan setelah Roger meninggal pada usia 58 tahun, Idrisi melanjutkan pemetaan bersama Raja William dan menghasilkan peta lengkap pada tahun 1161 M.
(awn)
Monday, November 16, 2015
Menerawang Penyakit Lewat Selembar Peta
![]() |
| GIS for health |
Lagi-lagi saat ini GIS telah menjangkau
ranah ilmu lain. Bidang kesehatan yang juga terkait dengan permasalahan
lingkungan menjadi sebuah hal yang bagi GIS dapat dimasuki lewat kemampuan
memetakan berbagai parameter lingkungan yang berhubungan dengan penyebaran
penyakit, fasilitas kesehatan, dan bahkan memprediksi kejadian penyakit di masa
yang akan datang. Hubungan timbal balik keruangan ini menjadi kajian yang
menarik bagi berbagai pemerhati kesehatan ataupun para geographer yang tengah
menggeluti pemetaan dengan menggunakan GIS.
Bukan hal yang baru sebenarnya
pengunaan GIS dalam bidang kesehatan. Kajian geografi kesehatan dalam hal ini
diarahkan dalam mengidentifikasi tiga komponen terkait yakni geografi penyakit,
geografi pelayanan kesehatan dan geografi ilmu gizi. Tiga komponen ini yang
setidaknya hingga saat ini berkembang secara sporadis khususnya dengan
memanfaatkan aplikasi GIS yang ada. ArcGIS contohnya dapat menjadi tools yang
sangat powerful dalam menyuguhkan berbagai analisis, hingga permodelan ruang
waktu kejadian penyakit yang terkait dengan pola penyebaran penyakit. Geografi
dalam hal ini berperan penting dalam surveillance, intervensi kesehatan, dan
memberikan rekomendasi strategi pencegahan, dan penyelesaian sebuah kejadian
penyakit.
Analisis spasial dalam hal ini
memberikan sumbangan luar biasa dalam investigasi epidemiologi. Kemampuan
memetakan patologi penyakit yang terkait dengan permasalahan lingkungan dapat
diintepretasikan melalui data spasial yang juga dapat dikombinasikan dengan data
statistik kesehatan yang dipublikasikan oleh dinas terkait ataupun menggunakan citra satelit yang tersedia secara gratis.
Sebuah contoh yang sering menjadi cerita sukses pemanfaatan peta untuk kajian kesehatan adalah wabah kolera di distrik Broadwick yang dianalisis oleh seorang fisikawan bernama John Snow (1813-1858) dengan menggunakan peta sebaran pengidap kolera yang dikaitkan dengan keberadaan sumur yang tercemar. Kisah tersebut menjadi sebuah awal berkembangnya ilmu geografi kesehatan.
Sebuah contoh yang sering menjadi cerita sukses pemanfaatan peta untuk kajian kesehatan adalah wabah kolera di distrik Broadwick yang dianalisis oleh seorang fisikawan bernama John Snow (1813-1858) dengan menggunakan peta sebaran pengidap kolera yang dikaitkan dengan keberadaan sumur yang tercemar. Kisah tersebut menjadi sebuah awal berkembangnya ilmu geografi kesehatan.
File latihan GIS John Snow dapat didownload disini
Disisi lain pengembangan GIS untuk
pemetaan fasilitas kesehatan tengah marak. Hal ini memberikan angin segar bagi
para penggiat geografi, khususnya para gisser yang menyukai tantangan. Peran
dan kontribusi dalam melahirkan ide segar untuk mengkaitkan parameter
lingkungan dengan berbagai jenis penyakit masih sangat dibutuhkan. Kajian
penyakit tropis yang terus dikaji oleh berbagai pakar akan memerlukan
pendekatan geografi untuk melihat penyakit dari sudut pandang yang berbeda.
Dari sebuah peta akan terlihat sebuah pola, dari atas peta kita bisa membaca
dunia.











